Warung Kopi Paklik Jumadi

Di sebuah kampung kecil bernama Kalisemut, ada sebuah warung kopi yang sudah berdiri sejak zaman Orde Baru. Pemiliknya bernama Paklik Jumadi, lelaki berusia enam puluh tahun yang perutnya lebih bulat daripada kendil, rambutnya lebih putih daripada kapur, tapi suaranya selalu lantang seperti toa masjid yang rusak. Warungnya sederhana: hanya bangku panjang, meja kayu yang goyang…